TUGAS 1 : PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

1. PENDAHULUAN

Seorang ahli pendidikan ilmu komunikasi menerangkan dalam sebuah kalimat bahwa “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules” (Forsdale, 1981). Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.

Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain dalam lingkungan organisasi. Dalam penyelengaraan organisasi komunikasi sangat diperlukan sebab dengan komunikasi akan muncul hal-hal positif . Dengan adanya hal-hal positif , maka dalam sebuah organisasi, komunikasi harus terselenggara dengan baik dan efektif. Komunikasi dapat dikatakan berjalan baik dan efektif apabila setiap anggota memperoleh keterangan-keterangan yang jelas dalam melaksanakan pekerjaannya. Lewat komunikasi rasa ingin tahu dapat tersalurkan, hal ini mampu mendorong semangat kerja maka dapat mendorong timbulnya prestasi kerja dan kemudian akan memunculkan kepuasan kerja. Selain itu komunikasi juga membantu menyatukan anggota organsisasi untuk bekerja sama. Oleh karena itu komunikasi mutlak diperlukan demi tercapainya tujuan organisasi.

2 ISI

Menurut Berlo (1960) proses komunikasi terdiri dari tujuh elemen yakni :

  • Sumber komunikasi
  • Pengkodean
  • Pesan
  • Saluran
  • Pengkodean
  • Penerima
  • Umpan balik

Untuk lebih jelasnya model Berlo ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

 Presentation1

Gambar 1. Proses Komunikasi Berlo

Dalam konteks organisasi, proses komunikasi di atas yang digambarkan lewat model dapat disimpulkan bahwa, komunikasi merupakan aktivitas yang menghubungkan antar manusia dan antar kelompok dalam sebuah organisasi.

Dalam suatu organisasi komunikasi dilakukan untuk menyampaikan berita, perintah dari atasan, pemberitahuan kebijaksanaan organisasi, ataupun untuk menanggapi masalah bawahan atau keluhan bawahan. Dengan demikian masalah maupun informasi dapat diselesaikan dengan baik.

Adapun agar komunikasi yang dilakukan dapat berhasil harus memenuhi syarat-syarat sbb :

  1. Jelas    : yaitu dinyatakan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh penerima berita.
  2. Tepat  : dalam hal orang yang dituju untuk diberi berita atau informasi yang perlu disampaikan.
  3. Sasaran: tujuan pemberian berita atau informasi sebaiknya sesuai dengan yang diharapkan oleh pengirim.

Menurut Scott dan T.R. Mitchell (1976) komunikasi mempunyai empat fungsi dalam organisasi,yakni:

  1. Kendali (kontrol/ pengawasan)
  2. Motivasi
  3. Pengungkapan emosional
  4. Informasi.

Fungsi lain yang dilakukan oleh komunikasi berhubungan dengan perannya dalam mempermudah keputusan (Gibson dan Ivanchevich, 1994). Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenali dan menilai pilihan-pilihan alternatif. Agar kinerja efektif masing-masing kelompok  perlu mempertahankan berbagai kontrol terhadap anggotanya, merangsang dan memotivasi para anggota untuk bekerja, menyediakan sarana untuk mengungkapkan emosi, dan mengambil keputusan.

Dalam sebuah organisasi terdapat jaringan komunikasi, yaitu saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain dalam organisasi. Jaringan ini berbeda besar dan strukturnya pada masing-masing organisasi, dan biasanya disesuaikan dengan kepentingan dan tujuan organisasi tersebut.

Secara umum jaringan komunikasi dapat dibedakan atas dua bagian yaitu:

1.      Jaringan Komunikasi Formal         

Komunikasi yang terjadi diantara para anggota organisasi yang secara tegas telah direncanakan dan ditentukan dalam struktur organisasi formal.

Ada tiga arus komunikasi dalam jaringan komunikasi formal seperti yang tertera dalam struktur, yakni :

  • Downward communication (komunikasi ke bawah)
  • Upward communication (komunikasi ke atas)
  • Horizontall communication (komunikasi horizontal)

2.      Jaringan Komunikasi Informal

Komunikasi  yang terjadi diantara para anggota organisasi atas  dasar kehendak pribadi, tanpa memperhatikan  posisi/kedudukan mereka dalam organisasi.  Informasi dalam komunikasi informal ini  mengalir ke atas, ke bawah, atau secara  horizontal, dan ini terjadi jika komunikasi formal kurang memuaskan anggota akan informasi yang diperlukan.

3. KESIMPULAN

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain dalam lingkungan organisasi. Peranan komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang dapat menambah wawasan seseorang dalam bekerja. Dalam penyelengaraan organisasi komunikasi sangat diperlukan sebab dengan komunikasi akan muncul hal-hal positif  sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA :

  1. Widyatmini. (1996). Pengantar Organisasi dan Metode. Jakarta : Gunadarma.
  2. Fatma Wardy Lubis, Peranan Komunikasi dalam Organisasi, http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18705/1/har-jan2008-2%20%286%29.pdf, Sat 09/03/2013 18:36 WIB
  3. Syafei Ibrahim, Komunikasi sebagai Faktor Determinan dalam Organisasi, http://fikom.unisba.ac.id, Sat 09/03/2013 19:36 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s