TUGAS 4 : TOKOH KEPEMIMPINAN

  1.       PENDAHULUAN

1.1  Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu: pemimpin sebagai subjek dan yang dipimpin sebagai objek. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.

Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama.

1.2  Awal Munculnya Kepemimpinan

Mengenai awal munculnya pemimpin telah dikemukakan berbagai pandangan dan pendapat yang mana pendapat tersebut berupa teori yang dapat dibenarkan secara ilmiah, ilmu pengetahuan atau secara praktek. Pada kesempatan ini penulis akan membahas teori kepemimpinan Soeharto.

         2.       PEMBAHASAN

2.1  Biografi Soeharto

Jend. Besar TNI Purn. Haji Muhammad Soeharto, (ER, EYD: Suharto) (lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921 – meninggal di Jakarta, 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun[1]) adalah Presiden Indonesia yang kedua (1967-1998), menggantikan Soekarno. Di dunia internasional, terutama di Dunia Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer “The Smiling General” (bahasa Indonesia: “Sang Jenderal yang Tersenyum”) karena raut mukanya yang selalu tersenyum di muka pers dalam setiap acara resmi kenegaraan.

Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September, Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi untuk menumpasnya. Operasi ini menewaskan lebih dari 500.000 jiwa.[2]

Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang Indonesia terlama dalam jabatannya sebagai presiden. Soeharto digantikan oleh B.J. Habibie.

Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai saat ini. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Suharto juga membatasi kebebasan warganegara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, dan dianggap sebagai rezim paling korupsi sepanjang masa dengan jumlah $AS 15 miliar sampai $AS 35 miliar.[3] Usaha untuk mengadili Soeharto gagal karena kesehatannya yang memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.PEMBAHASAN

2.2  Teori Kepemimpinan

Teori pertama, berpendapat bahwa seseorang akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk menjadi pemimpin; dengan kata lain ia mempunyai bakat dan pembawaan untuk menjadi pemimpin. Menurut teori ini tidak setiap orang bisa menjadi pemimpin, hanya orang-orang yang mempunyai bakat dan pembawaan saja yang bisa menjadi pemimpin. Maka munculah istilah “leaders are borned not built”. Teori ini disebut teori genetis.
Teori kedua, mengatakan bahwa seseorang akan menjadi pemimpin kalau lingkungan, waktu atau keadaan memungkinkan ia menjadi pemimpin. Setiap orang bisa memimpi asal diberi kesempatan dan diberi pembinaan untuk menjadi pemimpin walaupun ia tidak mempunyai bakat atau pembawaan. Maka munculah istilah “leaders are built not borned”. Teori ini disebut teori social.

Pada masa pemerintahan Soeharto teori kepemimpinan yang digunakan adalah gabungan dari teori yang pertama dan yang kedua, ialah untuk menjadi seorang pemimpin perlu bakat dan bakat itu perlu dibina supaya berkembang. Kemungkinan untuk mengembangkan bakat ini tergantung kepada lingkungan, waktu dan keadaan. Teori ini disebut teori ekologis.

 

2.3  Tipe & Gaya Kepemimpinan

Sesuai dengan namanya, tipe kepemimpinan ini menggunakan kekuasaan dan wewenang formal di dunia militer dan berbasis pada kekuatan angkatan bersenjata yang dimiliki untuk mem-back up threatment dari luar. Di dalamnya hanya ada satu garis komando: atasan. Di sini atasan berkuasa dan bertanggung jawab penuh terhadap bawahannya. Segala perintah atasan, adalah order yang tidak bisa dibantah dan harus dilaksanakan oleh bawahan.

Soeharto bisa menjadi contoh gaya kepemimpinan militer. Dengan didukung kekuatan militer sekaligus sebagai pemimpin tertinggi TNI/ABRI, setiap kata-katanya adalah perintah yang harus dilaksanakan. Kala itu tak seorang pun yang berani bersuara untuk menentang kebijaksanaannya. Dukungan penuh dari Kopassus kala itu menjadikan militer Indonesia menjadi salah satu yang paling menakutkan di dunia, bahkan CIA pun segan.

2.4  Kelebihan dan Kekurangan

Menurut Earl Nightingale dan Whitf Schult mengemukakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan dan syarat sebagai berikut :

– Kemandirian

– Besar rasa ingin tahu

– Multi – terampil atau memiliki kepandaian beraneka ragam

– Memiliki rasa humor, antusiasme tinggi, suka berkawan

– Selalu ingin mendapatkan yang sempurna

– Mudah menyesaikan diri ( beradaptasi )

– Sabar dan ulet

– Komunikatif serta pandai berbicara

– Berjiwa wiraswasta

– Sehat jasmaninya, dinamis, sanggup dan berani mengambil risiko

– Tajam firasatnya dan adil pertimbangannya

– Berpengetahuan luas dan haus akan ilmu pengetahuan

– Memiliki motivasi tinggi

– Punya imajinasi tinggi

Dari beberapa kelebihan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggotanya. Adab dengan kelebihan-kelebihan tersebut dia bisa berwibawa dan dipatuhi oleh bawahannya dan yang paling lebih utama adalah kelebihan moral dan akhlak.

Terdapat kelebihan dan kekurangan pada masa pemerintahan Soeharto yang akan dibahas berikut ini.

Kelebihan:

  • Hanya ada satu garis komando, sehingga jelas wewenang dan tanggung jawabnya
  • Keputusan mudah diambil.
  • Adanya kejelasan peran dan tanggung jawab masing-masing dengan tingkat konsekuensi yang tinggi.

Kekurangan:

  • Bawahan/anggota tidak memiliki hak dan kontribusi apapun dalam pengambilan keputusan.
  • Terlalu kaku dan formal
  • Kurang menghargai pendapat anggota, anggota hanya bisa berpendapat jika diminta pendapatnya saja.
  • Terlalu bergantung pada atasan, jika tidak ada atasan, bawahan ini seperti anak ayam kehilangan induknya.   

         3. KESIMPULAN

Presiden Soeharto adalah presiden kedua setelah Presiden Soekarno. Pada masa pemerintahan Soeharto teori kepemimpinan yang digunakan adalah gabungan dari teori yang pertama dan yang kedua, ialah untuk menjadi seorang pemimpin perlu bakat dan bakat itu perlu dibina supaya berkembang. Kemungkinan untuk mengembangkan bakat ini tergantung kepada lingkungan, waktu dan keadaan. Teori ini disebut teori ekologis. Sesuai dengan namanya, tipe kepemimpinan ini menggunakan kekuasaan dan wewenang formal di dunia militer dan berbasis pada kekuatan angkatan bersenjata yang dimiliki untuk mem-back up threatment dari luar. Di dalamnya hanya ada satu garis komando: atasan. Di sini atasan berkuasa dan bertanggung jawab penuh terhadap bawahannya. Segala perintah atasan, adalah order yang tidak bisa dibantah dan harus dilaksanakan oleh bawahan.Soeharto bisa menjadi contoh gaya kepemimpinan militer.

SUMBER :

http://ekosiyam.blogspot.com/2012/03/type-kepemimpinan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto

http://randyqyuha.blogspot.com/2012/04/pemimpin-dan-kebijakannya-serta-teori.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s