TUGAS 1 : TEORI ORGANISASI UMUM 1

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE

1.      PENDAHULUAN

Organisasi dalam bahasa Yunani adalah organon yang bearti alat, adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah yang bekerja sama untuk tujuan bersama.

Para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian organisasi sebagai berikut.

  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Organisasi terdiri dari sekumpulan orang yang tentunya memiliki alasan untuk mendirikan sebuah organisasi, menurut seorang pakar bernama Herbert G. Hicks alasan mendirikan organisasi adalah :

1. Alasan Sosial (social reason)

sebagai “zoon politicon ” artinya makhluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi.

2. Alasan Materi (material reason),

melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu:

  1. Dapat memperbesar kemampuannya
  2. Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk  mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi.
  3. Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.

Sebagai sebuah organisasi terdapat beberapa faktor penentu keberhasilan/kegagalan. Faktor yang pertama adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM). Keunggulan mutu bersaing suatu organisasi sangat ditentukan oleh mutu SDM-nya. Penanganan SDM harus dilakukan secara menyeluruh dalam kerangka sistem pengelolaan SDM yang bersifat strategis, integrated, interrelated dan unity. Organisasi sangat membutuhkan SDM yang kompeten, memiliki kompetensi tertentu yang dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pekerjaannya.

Kedua, faktor Koordinasi dalam program kerja. Kurangnya koordinasi, dapat menyebabkan banyak sekali dampak negatif dan permasalahan – permasalahan yang sangat kompleks. Salah satu permasalah yang dapat ditimbulkan adalah sering kali menyebabkan adanya kesalahpahaman diantara anggota yang dapat menyebabkan terlantarnya atau kacaunya suatu program yang telah dijalankan. Kasus ini dapat menyebabkan terjadinya overlapping dimana amggota ataupun struktur organisasi lainya mengerjakan programyang sudah ditentukan tetapi yang lainnya lagi tidak mengerjakan program yang sudah dijalankan dan disepakati bersama, hal ini sering kali memicu rasa ketidak adilan diantara anggota yang dapat berpengaruh pada terganggunya rasa pertanggung jawaban terhadap tugas – tugas yang telah disepakati bersama.

2.      PEMBAHASAN

2.1     ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE

2.1.1     Pengertian Organisasi

Secara singkat pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dalam arti statis (sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam), dan organisasi dalam arti dinamis (organisme sebagai suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis/proses kerjasama antara orang-orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu untuk mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Pandangan tentang organisasi dalam arti statis, sebagai berikut :

  1. Organisasi dipandang sebagai wadah atau sebagai alat (tool) yang berarti:
    1. Sebagai alat pencapaian tujuan yang telah ditetapkan bersama.
    2. Sebagai wadah  sekelompok orang (group of people) yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
    3. Sebagai wadah di mana administrasi dan manajemen dijalankan yang memungkinkan administrasi dan manajemen itu bergerak sehingga member bentuk pada administrasi dan manajemen.
    4. Organisasi dapat dipandang sebagai jaringan dari hubungan kerja yang bersifat formal seperti struktur organisasi yang memberikan gambaran-gambaran tentang kedudukan atau jabatan yang harus diisi oleh orang-orang yang memenuhi persyaratan sesuai dengan fungsi masing-masing.
    5. Organisasi dipandang sebagai saluran hirarki kedudukan atau jabatan yang ada yang menggambarkan secara jelas tentang garis wewenang, garis komando, dan garis tanggung-jawab.

Sedangkan, Organisasi dalam arti dinamis berarti aktivitas atau kegiatan yang ada di dalam organisasi, serta segala macam aspek yang berhubungan dengan usaha pencapaian yang hendak dicapai.

Dengan demikian terdapat berbagai macam pandangan tentang organisasi dalam arti dinamis, sebagai berikut:

  1. Organisasi selalu bergerak mengadakan pembagian tugas/pekerjaan sesuai dengan sistem yang telah ditentukan serta sesuai pula dengan lingkup daripada organisasi itu.
  2. Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi itu dan segi isinya, yaitu sekelompok orang yang melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Jadi organisasi dalam arti dinamis menyoroti unsur manusia yang ada di dalamnya.  Manusia merupakan unsur terpenting dari seluruh unsur organisasi karena hanya manusialah yang memiliki sifat kedinamisan.

Organisasi sebagai sistem kerjasama

  1. Adanya sekelompok orang yang mengadakan kerjasama yang dilandasi oleh kesamaan tujuan.
  2. Suatu sistem mengenai pekerjaan-pekerjaan yang dirumuskan dengan baik dan dilengkapi dengan wewenang, tugas, dan tanggung jawab.
  3. Adanya spesialisasi fungsi dari suatu tugas bersama.
  4. Sistem terencana dari usaha kerjasama dengan memberikan peran kepada setiap orang untuk dijalankan, wewenang, tugas, dan tanggungjawab untuk dilaksanakan.

Organisasi sebagai sistem tata hubungan kerja

  1. Tata hubungan pribadi
  2. Tata hubungan formal
  3. Tata hubungan informal
  4. Tata hubungan langsung
  5. Tata hubungan tidak langsung
  6. Tata hubungan vertikal (up/down ward)
  7. Tata hubungan horizontal
  8. Tata hubungan diagonal (up/down ward diagonal)

Organisasi sebagai proses pembagian tugas

  1. Suatu proses menetapkan dan mengelompokkan jenis pekerjaan yang diikuti pelimpahan wewenang dan tanggungjawab.
  2. Rangkaian bagian-bagian saling tergantung dan berdiri sebagai sebuah satu kesatuan yang utuh.
  3. Proses pembagian tugas dan menentukan siapa yang mengemban tugas dan tanggung jawab.
  4. Proses kegiatan penyusunan, pengembangan, pemeliharaan dari pola hubungan kerja dari bagian-bagian/individu-individu dalam organisasi.
  5. Tahap pembagian tugas:
    1. Menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan organisasi.
    2. Menghimpun bagian yang saling terkait.
    3. Mengelompokkan jenis pekerjaan yang sama dalam satu kelompok.
    4. Mengadakan perincian hubungan yang ada dari setiap jenis pekerjaan.
    5. Menunjuk bagian dan orang yang diserahi tanggung jawab untuk memikul beban dan tanggung jawab.
    6. Merumuskan fungsi/tugas yang harus dijalankan bagian-bagian/ orang-orang tersebut.

2.1.2    Hubungan Manajemen & Organisasi

Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan

2.1.3        Hubungan Manajemen & Tata Kerja

Manajemen

Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan

Tata kerja

Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia  

2.1.4    Hubungan Manajemen, Organisasi dan Tata kerja

Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia

Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan

Tata Kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien

3.        CIRI-CIRI, UNSUR DAN TEORI ORGANISASI

3.1       CIRI-CIRI ORGANISASI

Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

3.2       UNSUR ORGANISASI

Unsur-unsur Organisasi adalah sebagai berikut :

  1. Manusia (MAN), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
  2. Kerjasama, merupakan suatu perbuatan saling membantu atau gotong royong dalam melakukan sesuatu yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
  3. Tujuan bersama, merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.
  4. Peralatan (Equipment), terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).
  5. Lingkungan (Environment), Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi termasuk dalam unsur lingkungan.
  6. Kekayaan Alam
  7. Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi

3.3       TEORI ORGANISASI

Di bawah ini merupakan bagan tentang perkembangan teori organisasi:

3.3.1 TEORI ORGANISASI KLASIK

Teori ini biasa disebut dengan “teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad 19).  Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.

Dalam teori ini organisasi digambarkan seperti toet piano dimana masing-masing nada mempunyai spesialisasi (do.. re.. mi.. fa.. so.. la.. si..) dimana apabila tiap nada dirangkai maka akan tercipta lagu yang indah begitu juga dengan organisasi.

Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.

Definisi Organisasi menurut Teori Klasik: Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain apabila orang bekerja sama.

Teori Organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Empat unsure pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal:

  1. Sistem kegiatan yang terkoordinasi
  2. Kelompok orang
  3. Kerjasama
  4. Kekuasaan & Kepemimpinan

Sedangkan menurut penganut teori klasik suatu organisasi tergantung pada empat kondisi pokok: Kekuasaan, Saling melayani, Doktrin, Disiplin. Sedangkan yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi formal adalah:

  1. Pembagian kerja (untuk koordinasi)
  2. Proses Skalar & Fungsional (proses pertumbuhan vertical dan horizontal)
  3. Struktur (hubungan antar kegiatan)
  4. Rentang kendali (berapa banyak atasan bisa mengendalikan bawahan).

Teori Klasik berkembang dalam 3 Aliran:

  • BIROKRASI

Dikembangkan dari Ilmu Sosiologi. Dikemukakan oleh “MAX WEBER” dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”. Istilah BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL:

“Legal” disebakan adanya wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas.  Sedangkan “Rasional”  karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.

Karekteristik-karekteristik birokrasi menurut Max Weber:

1. Pembagian kerja

2. Hirarki wewenang

3. Program  rasional

4. Sistem Prosedur

5. Sistem Aturan hak kewajiban

6. Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal

  • ADMINISTRASI

Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Makro sebuah organisasi.Teori ini dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa  dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika. HENRY FAYOL (1841-1925): Seorang industrialis asal Perancis tahun 1916 menulis sebuah buku “Admistration industrtrielle et Generale” diterjemahkan dalam bahasa inggris 1926 dan baru dipublikasikan di amerika 1940.

14 Kaidah manjemen menurut Fayol yang menjadi dasar teori administrasi:

1. Pembagian kerja

2. Wewenang & tanggung jawab

3. Disiplin

4. Kesatuan perintah

5. Kesatuan pengarahan

6. Mendahulukan kepentingan umum

7. Balas jasa

8. Sentralisasi

9. Rantai Skalar

10. Aturan

11. Keadilan

12. Kelanggengan personalia

13. Inisiatif

14. Semangat korps

Fayol membagi kegiatan industri menjadi 6 kelompok:

  • Kegiatan Teknikal (Produksi, Manufaktur, Adaptasi)
  • Kegiatan Komersil (Pembelian, Penjualan, Pertukaran)
  • Kegiatan Financial (penggunaan optimum modal)
  • Kegiatan Keamanan
  • Kegiatan Akuntansi
  • Kegiatan Manajerial atau “FAYOL’s FUNCTIONALISM” yaitu: Perencanaan, Pengorganisasian, Pemberian Perintah, Pengkoordinasian, Pengawasan.

JAMES D. MOONEY & ALLEN REILLY :1931) Menerbitkan sebuah buku “ONWARD INDUSTRY” inti dari pendapat mereka adalah “koordinasi merupakan factor terpenting dalam perencanaan organisasi”. Tiga prinsip yang harus diterapkan dalam sebuah organisasi menurut mereka adalah:

  1. Prinsip Koordinasi
  2. Prinsip Skalar & Hirarkis
  3. Prinsip Fungsional
  • MANAJEMEN ILMIAH

Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Mikro sebuah organisasi. Semua teori diatas dikembangkan sekitar tahun 1900-1950. Pelopor teori ini kebanyakan dari sebuah negara berbentuk kerajaan “Mesir, Cina & Romawi”. Dikembangkan tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW TAYLOR).  Definisi Manajemen Ilmiah:

“Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi” atau “Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja”.

F.W. TAYLOR menuangkan ide dalam tiga makalah: “Shop Management”, “The Principle Oif Scientific Management” dan “Testimony before the Special House Comitte”.  Dari tiga makalah tersebut lahir sebuah buku “Scientific Management”. Berkat jasa-jasa yang sampai sekarang konsepnya masih dipergunakan pada praktek manajemen modern maka F.W. TAYLOR dijuluki sebagai “BAPAK MANAJEMEN ILMIAH”.

Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor:

  1. Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan.
  2. Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan
  3. Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah perlu intregasikan.
  4. Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah

3.3.2        TEORI NEOKLASIK

Aliran yang berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan manusiawi”. Teori ini muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori merupakan penyempurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada  “pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”. Hugo Munsterberg salah tokoh neoklasik pencetus “Psikologi Industri”. Hugo menulis sebuah buku “Psychology and Industrial Effeciency” tahun 1913. Buku tersebut merupakan jembatan antara manajemen ilmiah dan neoklasik. Inti dari pandangan Hugo adalah menekankan adanya perbedaan karekteristik individu dalam organisasi dan mengingatkan adannya pengaruh factor social dan budaya terhadap organisasi.

Munculnya teori neoklasik diawali dengan inspirasi percobaan yang dilakukan di Pabrik Howthorne tahun 1924 milik perusahaan Western Elektric di Cicero yang disponsori oleh Lembaga Riset Nasional Amerika. Percobaan yang dilakukan ELTON MAYO seorang riset dari Western Electric menyimpulkan bahwa pentingnya memperhatikan insentif upah dan Kondisi kerja karyawan dipandang sebagai factor penting peningkatan produktifitas.

Dalam pembagian kerja  Neoklasik memandang perlunya:

  1. Partisipasi
  2. Perluasan kerja
  3. Manajemen bottom_up

3.3.3        TEORI MODERN

Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neokalsi. Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan  yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.

4.      MACAM-MACAM ORGANISASI DARI SEGI TUJUAN

4.1   Organisasi Niaga

Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan. Macam-macam Organisasi Niaga :

1. Perseroan Terbatas (PT)‏

Badan hukum yang modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan.

2. Perseroan Komanditer (CV)

Didirikan oleh seorang atau sekelompok orang yang mempercayakan modalnya untuk dikelola orang lain dan bertindak sebagai pemimpin.‏

3. Firma (FA)

Badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih yang tiap anggotanya memiliki tanggung jawab penuh terhadap perusahaan.‏

4. Koperasi

Badan usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan.

5. Join Ventura

Kesatuan yang dibentuk oleh 2 pihak atau lebih untuk menjalankan aktifitas ekonomi bersama.

6. Trus

Peleburan beberapa badan usaha menjadi suatu perusahaan baru.

7. Kontel

Kerjasama beberapa perusahaan yang memiliki bidang yang sama.

8. Holding Company

PT yang besar dan menguasai sebagian besar saham perusahaan lainnya.

4.2   Organisasi Sosial (Orgs. Kemasyarakatan)‏

Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat . Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :

  1. Jalur Keagamaan
  2. Jalur Profesi
  3. Jalur Kepemudaan
  4. Jalur Kemahasiswaan
  5. Jalur Kepartaian & Kekaryaan

4.3   Organisasi Regional & International

Organisasi Regional : Organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja

Organisasi Internasional : Organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.

5. KESIMPULAN

Dari penjelasan materi di atas dapat disimpulkan definisi organisasi dapat dibagi menjadi dua, organisasi dalam arti statis yang berarti sesuatu yang tidak bergerak/diam dan organisasi dalam arti dinamis sebagai organ yang hidup. Ciri-ciri dari sebuah organisasi meliputi formalitas, hierarkhi, besar dan kompleksnya, serta  lamanya.  Unsur-unsur yang mendukungnya adalah manusia, kerja sama, tujuan, peralatan, lingkungan, kekayaan alam, dan kerangka. Pada awalnya teori organisasi yang pertama muncul adalah Teori Organisasi Klasik, kemudian berkembang menjadi Teori Organisasi Neo Klasik setelah itu menjadi Teori Organisasi Modern. Dari segi tujuannya organisasi dapat dibedakan menjadi 3, yaitu : Organisasi Niaga yang memiliki tujuan untuk mencari keuntungan, Organisasi Sosial sebagai organisasi yang dibentuk oleh masyarakat, dan Organisasi Regional & International yang bedasarkan jumlah negara anggotanya.

 

SUMBER :

http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

http://www.scribd.com/doc/91893096/Alasan-berorganisasi

http://www.ptpn3.co.id/ptb.pdf

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/10/kasus-kasus-yang-terjadi-dalam-organisasi-8/

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._ADMINISTRASI_PENDIDIKAN/197205282005011-  NUR_AEDI/4-25/psikologi_organisasi.pdf

http://zeincom.wordpress.com/2011/10/22/cuoto/

http://lista.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.3

http://id.wikipedia.org/wiki/Perseroan_terbatas

http://id.wikipedia.org/wiki/Persekutuan_komanditer

http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha

http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_patungan

http://id.wikipedia.org/wiki/Merger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s