Teknologi Terkait Antarmuka Telematika

Dalam penggunaan umum, sebuah antarmuka atau interface adalah sebuah titik, wilayah, atau permukaan di mana dua zat atau benda berbeda bertemu; dia juga digunakan secara metafora untuk perbatasan antara benda. Kata interface kadangkala (biasanya dalam bidang teknik) disingkat menjadi “i/f”. Bentuk kerja dari interface berarti menghubungkan dua atau lebih benda pada suatu titik atau batasan yang terbagi, atau untuk menyiapkan kedua benda untuk tujuan tersebut.

TELEMATIKA diartikan sebagai singkatan dari TELE= telekomunikasi, MA = multimedia, dan TIKA = informatika. Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL): Telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi  (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia.

Setelah mengetahui arti dari antarmuka dan telematika, maka dapat disimpulkan arti dari antarmuka telematika adalah sebuah kegiatan telematika yang berhubungan langsung dengan pengguna. Terdapat 6 ( enam ) teknologi yang terkait antaramuka telematika yaitu :

1. Head Up Display (HUD)

Sebuah head-up display systems, atau disingkat HUD, adalah suatu tampilan transparan yang menyajikan data tanpa mengharuskan pengguna untuk melihat dari sudut pandang biasa mereka. Asal usul nama ini berasal dari pilot yang dapat melihat informasi dengan kepala “dinaikkan” dan melihat ke depan, bukan memandang sudut bawah untuk melihat ke instrumen yang lebih rendah. Meskipun HUD pada awalnya dikembangkan untuk penerbangan militer, HUD sekarang telah digunakan dalam pesawat komersial, mobil, dan aplikasi lainnya.

2. Tangible User Interface

Sebuah Tangible User Interface (TUI) adalah sebuah antarmuka pengguna di mana orang berinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik. Nama awal Graspable User Interface, yang tidak lagi digunakan.

Salah satu pelopor dalam antarmuka pengguna nyata adalah Hiroshi Ishii, seorang profesor di MIT Media Laboratory yang mengepalai Berwujud Media Group. Pada visi-Nya nyata UIS, disebut Berwujud Bits, adalah memberikan bentuk fisik ke informasi digital, membuat bit secara langsung dimanipulasi dan terlihat. Bit nyata mengejar seamless coupling antara dua dunia yang sangat berbeda dari bit dan atom.
Karakteristik Berwujud User Interfaces

1. Representasi fisik digabungkan untuk mendasari komputasi informasi digital.
2. Representasi fisik mewujudkan mekanisme kontrol interaktif.
3. Representasi fisik perseptual digabungkan untuk secara aktif ditengahi representasi digital.
4. Keadaan fisik terlihat “mewujudkan aspek kunci dari negara digital dari sebuah sistem.

Contoh :

  • Marmer UI Answering Machine oleh Durrell Uskup (1992). Sebuah kelereng mewakili satu pesan yang ditinggalkan di mesin penjawab. Menjatuhkan marmer ke piring diputar kembali pesan atau panggilan terkait kembali pemanggil.
  • Sistem Topobo. Balok-balok dalam LEGO Topobo seperti blok yang dapat bentak bersama, tetapi juga dapat bergerak sendiri menggunakan komponen bermotor. Seseorang bisa mendorong, menarik, dan memutar blok tersebut, dan blok dapat menghafal gerakan-gerakan ini dan replay mereka.

 

3. Computer Vision

Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Cabang ilmu ini bersama Intelijensia Semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System). Perbedaannya adalah Computer Vision lebih mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Namun komputer grafika lebih ke arah manipulasian gambar (visual) secara digital.

Computer Vision adalah kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola. Pengolahan Citra (Image Processing) merupakan bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik.  Sedangkan Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra. Contoh aplikasi computer vision mencakup sistem untuk :

  • Proses pengendalian (misalnya, suatu industri robot atau kendaraan otonom) Mendeteksi peristiwa (misalnya, untuk pengawasan visual atau perhitungan penduduk)
  • Mengorganisir informasi (misalnya, untuk pengindeksan database gambar, dan urutan gambar)
  • Memodelkan objek atau lingkungan (misalnya, penyelidikan industri, analisis citra medis, atau pemodelan topografi)
  • Interaksi (misalnya, sebagai masukan ke perangkat untuk interaksi manusia dan komputer

 

4. Browsing Audio Data

Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Sebuah komputer lokal digabungkan ke LAN (local area network) untuk mendeteksi IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :

  • Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP.
  • Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi.
  • Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video / audio data melalui Internet.

Browsing audio data tidak semudah browsing dokumen cetak, karena adanya sifat temporal suara. Ketika melakukan browsing terhadap dokumen, kita dapat dengan cepat mengalihkan fokus perhatian dengan membaca sepintas isi dari dokumen tersebut. Kita dapat mengetahui ukuran dan struktur dokumen, dan menggunakan memori spasial visual untuk mengingat dan mencari spesifik topik.  Namun, ketika browsing suatu rekaman audio, kita harus berulang kali memainkan dan melompati bagian tertentu, tanpa memainkannya, kita tidak bisa menyadari suara atau isinya. Kita harus mendengarkan semua stream audio untuk dapat menangkap semua isinya.

5. Speech Recognition

Pengenalan ucapan atau pengenalan wicara dalam istilah bahasa Inggrisnya, automatic speech recognition (ASR) adalah suatu pengembangan teknik dan sistem yang memungkinkan komputer untuk menerima masukan berupa kata yang diucapkan. Teknologi ini memungkinkan suatu perangkat untuk mengenali dan memahami kata-kata yang diucapkan dengan cara digitalisasi kata dan mencocokkan sinyal digital tersebut dengan suatu pola tertentu yang tersimpan dalam suatu perangkat. Kata-kata yang diucapkan diubah bentuknya menjadi sinyal digital dengan cara mengubah gelombang suara menjadi sekumpulan angka yang kemudian disesuaikan dengan kode-kode tertentu untuk mengidentifikasikan kata-kata tersebut. Hasil dari identifikasi kata yang diucapkan dapat ditampilkan dalam bentuk tulisan atau dapat dibaca oleh perangkat teknologi sebagai sebuah komando untuk melakukan suatu pekerjaan, misalnya penekanan tombol pada telepon genggam yang dilakukan secara otomatis dengan komando suara.

Alat pengenal ucapan, yang sering disebut dengan speech recognizer, membutuhkan sampel kata sebenarnya yang diucapkan dari pengguna. Sampel kata akan didigitalisasi, disimpan dalam komputer , dan kemudian digunakan sebagai basis data dalam mencocokkan kata yang diucapkan selanjutnya. Sebagian besar alat pengenal ucapan sifatnya masih tergantung kepada pembicara. Alat ini hanya dapat mengenal kata yang diucapkan dari satu atau dua orang saja dan hanya bisa mengenal kata-kata terpisah, yaitu kata-kata yang dalam penyampaiannya terdapat jeda antar kata. Hanya sebagian kecil dari peralatan yang menggunakan teknologi ini yang sifatnya tidak tergantung pada pembicara. Alat ini sudah dapat mengenal kata yang diucapkan oleh banyak orang dan juga dapat mengenal kata-kata kontinu, atau kata-kata yang dalam penyampaiannya tidak terdapat jeda antar kata.

Contohnya pada aplikasi Antarmuka Suara Pengguna atau Voice User Interface (VUI) yang menggunakan teknologi pengenal ucapan dimana pengendalian saklar lampu misalnya, tidak perlu dilakukan secara manual dengan menggerakkan saklar tetapi cukup dengan mengeluarkan perintah dalam bentuk ucapan sebagai saklarnya. Metode ini membantu manusia yang secara fisik tidak dapat menggerakkan saklar karena cacat pada tangan misalnya. Penerapan VUI ini tidak hanya untuk lampu saja tapi bisa juga untuk aplikasi-aplikasi kontrol yang lain. Contoh lainya adalah Aplikasi alat pengenal ucapan dalam bidang militer adalah pada pengatur lalu lintas udara atau yang dikenal dengan Air Traffic Controllers (ATC) yang dipakai oleh para pilot untuk mendapatkan keterangan mengenai keadaan lalu-lintas udara seperti radar , cuaca, dan navigasi. Alat pengenal ucapan digunakan sebagai pengganti operator yang memberikan informasi kepada pilot dengan cara berdialog.

6. Speech Synthesis

Speech Synthesis adalah produk buatan dari pembicaraan manusia. Sebuah sistem komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech synthesizer, dan dapat diterapkan dalam perangkat lunak atau perangkat keras. Sistem text-to-speech (TTS) mengkonversi bahasa teks normal ke dalam pembicaraan, sistem lain membuat representasi bahasa isyarat seperti transkripsi fonetik ke dalam pembicaraan. Speech synthesis dapat dibuat dengan menggabungkan potongan rekaman pembicaraan yang tersimpan dalam database. Sistem berbeda dalam ukuran dari unit pembicaraan yang tersimpan, sebuah sistem yang menyimpan telepon atau diphones menyediakan berbagai output terbesar, tetapi mungkin kurang jelas. Untuk domain penggunaan khusus, penyimpanan seluruh kata atau kalimat memungkinkan untuk output berkualitas tinggi. Atau, synthesizer dapat menggabungkan sebuah model dari saluran vokal dan karakteristik suara manusia untuk membuat output suara “sintetik” yang lengkap. Kualitas speech synthesizer dinilai oleh kesamaan dengan suara manusia dan dengan kemampuannya untuk dipahami. Sebuah program text-to-speech cerdas memungkinkan orang dengan gangguan penglihatan atau tuna aksara untuk mendengarkan karya tulis pada komputer rumahan. Banyak sistem operasi komputer telah menyertakan speech synthesizer sejak awal 1980-an.

Sumber :

Perubahan Hidup dari Kata-Kata Positif

1.                 PENDAHULUAN

Kata-kata yang kita pikirkan maupun yang telah keluar dalam bentuk ucapan mulut ternyata mempunyai pengaruh yang besar terhadap orang itu sendiri bahkan sampai kepada lingkungan di sekitar kita sehingga ada satu pepatah mengatakan “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan”. Demikian kuatnya kata-kata tersebut hingga hidup kita dapat sangat dipengaruhi olehnya. Pengaruh yang ditimbulkan dapat berupa pengaruh positif yang dapat memberikan kebaikan atau pengaruh negatif yang dapat memberikan akibat yang buruk.

2.                 PEMBAHASAN

2.1.            Model Perilaku ABC (Antecedent-Behavior-Concequence)

Model ini menjelaskan tentang peran segala bentuk stimulus yang mempengaruhi perbuatan kita. Antecedent (pemicu) merupakan segala bentuk pengaruh baik dalam diri manusia itu sendiri maupun yang berasal dari lingkungan yang dapat mempengaruhi Behavior(perilaku). Pengaruh tersebut dapat berupa nilai, pengetahuan, konsensus, peraturan, tujuan, motivasi, atau pengalaman. Setelah stimulus tersebut mempengaruhi apa yang kita lakukan, pada akhirnya menimbulkan Concequences(akibat). Akibat tersebut dapat kembali menjadi pemicu berupa pengalaman untuk mempengaruhi perilaku selanjutnya (Friedman, S.G., 2001).

Seperti dua sisi mata uang, segala aspek selalu ada yang sifatnya positif dan negatif, demikian juga dengan ketiga aspek ABC di atas karena “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Pemicu yang sifatnya positif akan mempengaruhi seseorang berperilaku yang positif juga. Perilaku yang positif diharapkan akan menghasilkan akibat yang positif juga. Sebaliknya dengan pemicu yang negatif biasanya akan menghasilkan perilaku dan akibat yang negatif.

2.2.            Message from Water

Dr Masaru Emoto mengemukakan penelitannya tentang pengaruh kata-kata, gambar, musik, dan doa terhadap kristal es dalam koleksi foto-foto penelitiannya yang diberi judul Message from Water dan Water Know the Answers. Dalam penelitiannya dia menemukan bahwa kristal  es tersebut akan terlihat indah bila terpajan dengan kata-kata, gambar, musik, dan doa yang baik. Hal sebaliknya terjadi bila kristal es terpajan dengan kata-kata, gambar, musik, dan doa yang kurang baik.

kristal air 1kristal air 2kristal air 3

kristal air 4

kristal air 5

2.3            3 (Tiga) Penentu Kualitas Hidup

Nina Kemala Sari dalam buku hasil penelitiannya  yang berjudul “Mengubah Hidup dengan Kata-kata” menyebutkan bahwa ada 3 (tiga) kelompok besar penentu kualitas hidup manusia ,yaitu :

1. Apa yang Kita Makan (We are what we eat)

Kondisi kita saat ini merupakan cerminan apa yang kita konsumsi selama ini. Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat sudah tentu membuat keadaan tubuh kita menjadi mudah terkena penyakit. Berbeda bila kita mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan zat yang diperlukan oleh tubuh akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan tubuh kita. Selain itu, pilihan cara mengolah makanan juga perlu diperhatikan.

2. Apa yang Kita Lakukan dengan Tubuh Kita (We are what we do with our body)

Aktivitas sehari-hari seperti bagaimana cara duduk, bernafas, berjalan, olah raga menjadi syarat yang perlu disiasati agar fisik kita terhindar dari berbagai penyakit.

3. Apa yang Kita Pikirkan (We are What We Think)

Apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi perasaan kita dan perasaan akan mempengaruhi perilaku kita.

Hal yang paling mendasar dari ketiga kelompok tersebut adalah apa yang kita pikirkan karena sesuai dengan pepatah mengatakan “kita adalah apa yang kita pikirkan selama ini”.

Apa yang kita pikirkan akan menentukan sikap kita. Sikap akan menentukan bagaimana cara kita berbicara dan berperilaku/bertindak.Perasaan jugalah yang mempengaruhi jalur neuroendokrin dan sistem syaraf autonom yang akan mempengaruhi tekanan darah, gula darah, denyut jantung, kekebalan tubuh, saluran cerna, dan sistem-sistem tubuh lainnya. Jadi pikiran sangat menentukan respon tubuh kita, baik respon yang terlihat seperti perbuatan dan kata-kata yang diucapkan maupun sistem fisiologis tubuh yang terjadi di dalam diri kita (Sari, N.K., 2012).

3. KESIMPULAN

Saya dapat simpulkan perilaku kita merupakan cerminan dari pikiran dan perkataan yang diterima dari tubuh, baik yang berasal dari diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Bila pemicunya positif akan menimbulkan hasil yang positif , lain halnya jika pemicunya negatif akan memberikan dampak yang tidak baik. Dalam penelitiannya Dr Masaru Emoto membandingkan pengaruh kata-kata, gambar, musik, dan doa terhadap kristal es. Bentuk kristal es yang indah akan timbul bila dipicu dengan hal yang positif. Nina Kemala Sari dalam buku yang berjudul “Mengubah Hidup dengan Kata-kata” menyebutkan bahwa ada 3 (tiga) kelompok besar penentu kualitas hidup manusia ,yaitu : apa yang kita makan (We are what we eat), apa yang kita lakukan dengan tubuh kita (We are what we do with our body) dan apa yang kita pikirkan (We are What We Think). Dari ke tiga kelompok tersebut hal yang paling penting adalah apa yang kita pikirkan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://www.masaru-emoto.net/english/index.html
  2. Friedman, S.G. (2000). The ABCs of Behavior, http://www.parrots.org/pdfs/all_about_parrots/reference_library/behaviour_and_environmental_enrichment/The%20ABCs%20of%20Behaviour.pdf
  3. Sari, N.K. (2012). Mengubah Hidup dengan Kata-Kata, Sebuah Penelitian padaPasien Usia Lanjut Indonesia(Cetakan Pertama), Jakarta : Interna Publishing, Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam.

Perkembangan Telematika

Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna ( Miarso, 2007 ). Istilah telematika berasal dari bahasa Perancis yaitu telematique yang dipopulerkan pertama kali pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Menurut kerangka kebijakan pengembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi  komunikasi, media, dan Informatika. Senada dengan pendapat pemerintah, TELEMATIKA diartikan sebagai singkatan dari TELE= telekomunikasi, MA = multimedia, dan TIKA = informatika. Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL): Telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi  (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, termasuk siaran radio maupun televisi dan multimedia. Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi sistem navigasi/penempatan global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih pesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Perkembangan telematika dapat dibagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.

1. Masa Pra-Satelit Radio dan Telepon

Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat. Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PP NO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah. Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia. Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia. Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya. Televisi Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI. Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9×11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya berupa permainan piano tunggal oleh B.J. Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo. Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya. Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televise. Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.

2. Masa Satelit Satelit Domestik Palapa

Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication). Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi. Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes. Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.

Penggunaan telematika dalam kehidupan beragam bentuknya. Berikut ini adalah penerapan telematika dalam berbagai bidang.

  • E-goverment E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik.

Contoh : Pendaftaran calon pegawai negeri sipil yang menggunakan sistem online. Peserta hanya perlu meng-upload dokumen yang merupakan syarat menjadi cpns.

  • E-commerce Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik.

Contoh : Pembayaran untuk pembelian barang di online shop dengan menggunakan internet banking.

  • E-learning Pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs.

Contoh : Penggunaan v-class di Universitas Gunadarma sebagai metode pembelajaran jarak jauh tanpa tatap muka antara mahasiswa dan dosen.

Di luar berbasis web, telematika dapat berwujud hasil dari kerja satelit, contohnya ialah GPS (Global Position System), atau sejenisnya seperti GLONAS dan GALILEO, Google Earth, 3G, dan kini 4G, kompas digital, sitem navigasi digital untuk angkutan laut dan udara, serta teleconference.

Seiring dengan perkembangan teknologi dalam hal komunikasi dan informasi yang semakin pesat telematika akan terus ikut berkembang. Dengan tuntutan kebutuhan perkembangan teknologi industri robotik akan meningkat seperti, segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk ditanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik. Juga akan terus berkembangnya teknologi komunikasi jarak jauh yang akan semakin mempermudah komunikasi dan informasi yang dapat kita akses dimana-mana dengan sangat mudah dan biaya yang murah.

Referensi :

X-Men: Days of Future Past

 

xmen

Triller : LIHAT DI SINI atau DISINI

X-Men: Days of Future Past adalah film pahlawan super Amerika yang hadir pada tahun 2014, berdasarkan pada tokoh fiksi X-Men terbitan Marvel Comics dan dari komik seri Uncanny X-Men pada tahun 1981 pada kisah “Days of Future Past” oleh Chris Claremont dan John Byrne. Yang merupakan film ke tujuh dari adaptasi X-Men film series dan film X-Men ketiga yang disutradarai Bryan Singer setelah X-Men pada tahun 2000 and X2 pada tahun 2003. Yang dibintangi gabungan para pemeran film trilogi X-Men terdahulu (Yaitu: Hugh Jackman, Halle Berry, Anna Paquin, Patrick Stewart, Ian McKellen, Shawn Ashmore, Daniel Cudmore, Ellen Page), X-Men: First Class(Yaitu: James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence, Nicholas Hoult, Lucas Till) dan para pemeran baru diantaranya Peter Dinklage, Omar Sy, Booboo Stewart, Fan Bingbing, Adan Canto, Evan Peters, Josh Helman, and Evan Joingket. Dengan Simon Kinberg sebagai penulis skenario film.

Days of Future Past berlaku sebagai sekuel pada film X-Men: The Last Stand pada tahun 2006 dan pada film X-Men: First Class pada tahun 2011, juga sebagai kelanjutan dari film The Wolverine pada tahun 2013. film ini di syuting melalui format pengambilan 3D dan dijadwalkan untuk rilis pada 23 May 2014 dan untuk indonesia lebih awal pada 21 May 2014. Referensi

 

Film seru!

GODZILLA

godzilla

Film ini mengisahkan tentang keberanian manusia melawan monster yang akan menghancurkan dunia.  Makhluk ini berusaha untuk memperbanyak spesiesnya yang hampir punah. Hal ini merupakan ancaman besar bagi dunia dan kehidupan manusia di bumi. Pada film ini disisipkan kisah seorang prajurit pemberani yang berusaha melawan monster tersebut dengan kemampuan yang dimilikinya. Cuplikannya bisa dilihat pada LINK INI. Masih penasaran akhir kisahnya? Bisa nonton DI SINI.

Enjoy it…

Cara install anti antivirus Avast

Menurut wikipedia Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali. Virus dapat ditanggulangi dengan menggunakan antivirus pada komputer. Salah satu antivirus  yang ada adalah Avast yang dapat di download di sini

Cara nya :

1 Klik download avast! Free antivirus 2014

2 Klik Free Download

3 Klik Free Download lagi

4 Tunggu loading

5 Save file

6 Proses download file

7 Install file pada komputer anda

8 Selesai..

Semoga bermanfaat..